Cuma karena tidak mau kalah dengan yang ada di daerah, para anggota DPR pusat dengan semangatnya membahas mengenai pembangunan gedung baru, alasanya simpel saja "Ruangan sekarang ini sudah semakin sempit, kan banyak anggota baru, jadi memang seharusnya di tambah ruangan yang lebih memadai juga", dengan dana yang bisa di bilang cukup untuk membangun sekolah dan juga rumah bagi rakyat miskin, mereka seakan tak peduli berapa duit yang harus di keluarkan (uang rakyat tuh, kebanyakan malah di korupsi), demi kesejahteraan pribadi mereka masing-masing. Apakah para wakil rakyat tersebut tidak punya mata untuk melihat masyarakat yang hidupnya sudah semakin susah, dan dengan seenaknya mereka membuat keputusan yang tidak masuk akal, memang tidak masuk akal dengan dana sebesar itu ingin membuat bangunan baru di saat masyarakat masih butuh tempat tinggal yang layak terlebih lagi masih ada sekolah-sekolah yang sudah tidak layak pakai tapi masih di gunakan oleh para siswa untuk menuntut ilmu, mana janji-janji para wakil rakyat yang dulunya sewaktu kampanye dengan wajah bak malaikat yang baru turun dari taksi (hehehehehe) datang sebagai penolong masyarakat tapi ternyata semua janji akan tetap menjadi janji yang tak di tepati.
Untuk apa mereka di pilih jika mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri, jika mereka memang peduli dengan masyarakat kecil seharusnya mereka berpikir, masih banyak orang yang rela tidur di jalanan, masih banyak para siswa sekolah yang rela belajar bergantian kelas demi mengapai cita-cita, masih banyak warga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak huni, tapi nyatanya para wakil rakyat cuma mementingkan diri mereka sendiri, demi kepentingan pribadi. Apa mereka lupa? siapa yang memilih mereka menjadi wakil rakyat? siapa yang mempercayakan mereka menjadi wakil rakyat? seharusnya mereka juga merasahkan apa yang di rasakan rakyat saat ini, bukanya dengan semangat 45 berlomba-lomba mensejaterahkan diri sendiri.